Text
SKRIPSI - PEMIKIRAN PENDIDIKAN K.H. ABDURRAHMAN WAKHID (GUSDUR) TENTANG PLURALISME
ABSTRAK
Judul Pemikiran Pendidikan KH Abdurrahman Wakhid (Gus Dur) Tentang Pluralisme
Rumusan Masalah :1) Bagaimana Konsep Pendidikan Pluralisme Menurut
Pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)? 2) Bagaiamana Konsep Pendidikan Pluralisme K.H abdurrahman wakhid (GUS DUR) Dalam Perspektif Pendidikan Islam?
Penerapan Pemikiran Pluralisme yang digagas Abdurrahman Wakhid di Negeri ini sudah tepat, dikarenakan bangsa ini adalah bangsa yang beragam, oleh karena itu Pluralisme adalah Instrumen yang tepat sebagai penengah ditengah-tengah konflik yang selalu muncul karena perbedaan Agama, ras dan budaya. Adapun metode yang tepat untuk menerapkan pemikiran adalah hermeneutik, yakni
metode penafsiran atau interpretasi Pendidikan Pluralisme menurut tokoh pejuang Pluralisme di Indonesia bernama Abdurralunan Wahid ditinjau dari sudut pandang Pendidikan Islam, problematika
dalam memahami konsep Pendidikan pluralisme yang diperjuangkan oleh
Abdurrahman Wakhid (Gus Dur)
Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library Research) penelitian yang bahan kajianya dan berbagai literatur dan dokumen penting, seperti buku, jurnal, majalah, dokumen pribadi dan lain sebagaianya yang terdapat dalam
perpustakaan Hasil kailan
kajian dari penelitian ini adalah bahwa, Menurut Abdurrahman Wahid, Konsep Pendidikan Pluralisme merupakan suatu Pendidikan untuk menerima perbedaan sebagai sunnarulah agar saling mengeral, menghindari perpecahan, mengembangkan kerjasama dengan menanamkan rasa saling pengertian, saling memiliki dan bersifat inklusif, tidak membatasi pergaulan dengan siapapun, namun tetap meyakini kebenaran agama sendiri dengan tidak mempersamakan keyakinan secara total. Pluraritas merupakan sunnatullah sesuatu yang pasti terjadi, dasar pluralisme di dalam al-Qura'an terdapat di surat al-Hujurat ayat 13, Dalam perspektif Pendidikan Islam, pemikiran Abdurrahman Wahid tentang Pluralisme memiliki keserasian yaitu berorientasi pada terbentuknya kepribadian
serta akhlak yang luhur dengan berdasarkan al-Qur'an dan Hadits. Pluralisme yang diperjuangkan oleh Gus Dur juga sejalan dengan pemikiran kakeknya yaitu K.H. Ahsyim Asy'ari, menurut Kiai Hasyim Islam tidak hanya berbicara masalah ketuhanan saja, tetapi Islam juga berbicara tentang soisal, Pendidikan, politik, ekonomi masyarakat terbelakang. Itu artinya pemkiran Kiai Hasyim menatap jauh kedepan dan kompleks karena hidup di dunia itu tidak hanya untuk beribadah kepada Allah semata tetapi kita juga dituntut ibadah sosial juga, Karena Islam menuntut kita untuk bersifat inklusif.
Kata kunci: Pemikiran, Pendidikan Abdurrahman Wakhid (Gus Dur), Pluralisme
| PS0515REF | Perpustakaan INSIP Pemalang (SKRIPSI) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain