Text
Laporan Hasil Penelitian Pendidikan Kaum Marginal Masyarakat Pesisir Pantura (Studi Kasus di Desa Asemdoyong Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang)
ABSTRAKSI
Hampir di setiap tempat banyak anak-anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan, atau pendidikan putus di tengah jalan disebabkan karena kondisi ekonomi keluarga yang memprihatinkan. Sementara kondisi ekonomi seperti ini disebabkan berbagai faktor, di antaranya orang tua tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak mempunyai keterampilan khusus, keterbatasan kemampuan dan faktor lainnya. Menurut data profil desa dan kelurahan Asemdoyong diketahui bahwa anak putus sekolah (APS) atau tidak tamat Sekolah Dasar (SD) berjumlah 2683 (18,55%), APS atau tidak tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP) berjumlah 2381 (16,47 % ) , APS atau tidak tamat Sekolah Menengah Atas (SMA) berjumlah 2171 (15,01%). Sedangkan yang mampu lulus SD sebesar 2036 (14,08%), lulus SMP sebesar 547 (3,78% ) , lulus SMA sebesar 516 (3,75%) dan yang mampu lulus dari perguruan tinggi sebesar 126 (0,87%).
Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang menggunakan strategi studi kasus. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan fenomenologis yaitu berusaha memahami makna dari suatu peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap manusia dalam situasi tertentu, dan relevan dengan tujuan penelitian. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penulis berusaha memahami subyek, dengan segala aktivitasnya tidak untuk menemukan hukum-hukum, tidak untuk membuat generalisasi, melainkan membuat ekstrapolasi.
Desa Asemdoyong yang merupakan salah satu kampung nelayan yang berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang terletak di pesisir utara Propinsi Jawa Tengah dengan Jumlah penduduk sebanyak 15.208 jiwa, Pekerjaan atau mata pencarian pokok masyarakat pesisir sekitar 2790 jiwa (55,34%) menjadi nelayan, Kepercayaan dan Agama yang dianut oleh penduduk Desa Asemdoyong diketahui Agama Islam sebanyak 15208 orang (100%), Tingkat Pendidikan Masyarakat rata-rata berpendidikan lulusan SMA/SLTA dengan tingkat angka drop our atau putus sekolah mencapai 71,57% Sedangkan tingkat pendidikan penduduk yang pernah sekolah maupun yang mampu tamat baik dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai dengan jenjang Perguruan Tinggi (PT) sebanyak 4111 jiwa (28,43%). Dilihat dari status sosial dan ekonomi masyarakat pesisir yang 55,34% masyarakatnya bermata pencaharian pokoknya sebagai nelayan hal ini dapat terjadi, dengan alasan bahwa rata-rata dari mereka kurang memperhatikan tingkat pendidikan anak-anaknya untuk mengenyam pendidikan sampai kejenjang yang lebih tinggi karena hanya 28, 43% saja penduduk menyelesaikan pendidikannya. Adapun konsep yang ditawarkan adalah konsep pendidikan kaum marginal melalui pendidikan berbasis potensi lokal masyarakat pesisir. Konsep pendidikan berbasis potensi lokal pada dasarnya mengacu pada pendidikan berbasis masyarakat juga menekankan keluarannya dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung sesuai tingkatannya. Kemampuan tersebut sebagai dasar agar mampu menganalisa apa yang akan diperbuatnya, mampu menggunakan teknologi yang diperlukan untuk mengolah sumber daya lingkungan yang tersedia (appropriate to enviroment requiremen) mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi.
Kata Kunci: Pendidikan, Kaum Marginal, Masyarakat Pesisir
| PS0666REF | Perpustakaan INSIP Pemalang (REFERENSI) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain