Text
SKRIPSI - RELEVANSI KONSEP PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
RELEVANSI KONSEP PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
HAMMAM ZAINUL ALIM ABSTRAK
Penelitian ini memiliki latar belakang bahwa pendidikan pada
umunya mengalami berbagai masalah diantaranya: kurangnya keteladanan, kemerdekaan pendidikan serta belum adanya semangat nasional dalam pendidikan Sedangkan Pendidikan Agama Islam sendiri memiliki berbagai masalah di dalam metodologinya dan landasan operasional yang belum jelas Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara?, (2) Bagaimanakah kondisi nyata pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di indonesia? (3) Sejauh mana relevansi konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara terhadap Pendidikan Agama Islam?
Penelitian in adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) Pendekatan penelitian yang peneliti gunakan adalah pendekatan filosofis Selain itu penelitian ini juga mengembangkan pendekatan historis sosiologis Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan studi dokumenter (documentary study) serta metode analisa menggunakan analisis isi (content analysis).
Hasil penelitian menunjukan (1) konsep Trilogi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara berisi semboyan pendidikan yang sangat filosofis yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani Konsep Tripusat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara bensi tiga lingkungan pendidikan yaitu Pendidikan Keluarga, Pendidikan Sekolah dan Pendidikan Alam Pemuda (Masyarakat) (2) kondisi nyata pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di Indonesia belum mengalami kemajuan di bidang metodologinya Salah satunya yaitu metode mengajar dan filsafat pendidikannya kurang aplikatif (3) relevansi konsep Trilogi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara terhadap Pendidikan Agama Islam yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha yaitu di depan memberi contoh, mempunyai relevansi dengan metode suri tauladan (uswatun khasanah) dalam Pendidikan Agama Islam Ing Madya Mangun Karsa, yaitu di tengah membangun semangat, mempunyai relevansi dengan metode ibrah dan Mau izah serta Targhib dan Tarhib dalam Pendidikan Agama Islam. Sedangkan arti kalimat Tut Wun Handayani yaitu di belakang memberi dorongan, relevan dengan makna Tarbiyah dalam Pendidikan Agama Islam. Sedangkan relevansi konsep Tripusat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara terhadap Pendidikan Agama Islam yaitu pedidikan keluarga, sekolah dan masyarakat mempunyai fungsi dan tujuan yang sama dan saling terkait anatara ketiganya, hal ini relevan dengan Pendidikan Agama Islam
Kata Kunci : Relevansi, Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara, Pendidikan Agama Islam (PAI)
| PS0821REF | Perpustakaan INSIP Pemalang (SKRIPSI) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain