Text
SKRIPSI - IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG MENGENAL SIFAT MUSTAHIL BAGI ALLAH SWT PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 01 BONGAS KECAMATAN WATUKUMPUL KABUPATEN PEMALANG
ABSTRAK
Emi Widyaningsih, NIM 3100199, "Implementasi Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing untuk Meningkatkan Pemahaman Tentang Mengenal Sifat Mustahil Bagi Allah SWT pada Siswa Kelas III SD Negeri 01 Bongas Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang".
Dalam upaya untuk merealisasikan pelaksanaan Pendidikan Agama Islam guru dituntut untuk menguasai pengetahuan yang memadai dan teknik-teknik mengajar yang baik agar ia mampu menciptakan suasana pengajaran yang efektif dan efisien. Pada waktu pembelajaran berlangsung, guru cenderung monoton menerangkan di depan kelas, sehingga proses belajar mengajar tidak kondusif dan motivasi belajar siswa menjadi berkurang. Pembelajaran tradisional yang cenderung menghafal, dapat mengakibatkan siswa kurang bisa memahami kegunaan dan manfaat dari apa yang telah dipelajarinya. Salah satu solusi dalam meningkatkan motivasi belajar siswa agar siswa dapat termotivasi dalam kegiatan belajar mengajar yakni dengan menerapkan model pembelajaran inquiry terbimbing
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian model pembelajaran inquiry terbimbing dalam meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kompetensi dasar mengenal sifat mustahil bagi Allah SWT di Sekolah Dasar Negeri 01 Bongas Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif berbentuk penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara observasi dan wawancara. Adapun tahapan penelitian ini berupa siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, dan dilaksanakan dalam dua siklus.
Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran inquiry terbimbing dapat meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran mengenal sifat mustahil bagi Allah SWT pada siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri 01 Bongas. Hasil observasi menunjukkan bahwa prestasi mengalami peningkatan. Pada pra siklus hasil evaluasi sangat rendah terbukti dari 25 siswa yang mengikuti evaluasi pembelajaran hanya ada 8 siswa atau 32% yang mendapat nilai 70 ke atas atau tuntas belajar. Sedangkan 17 siswa atau 68% belum mencapai nilai ketuntasan. Pada siklus I mengalami peningkatan hasil belajar yang berpengaruh juga pada naiknya angka ketuntasan belajar siswa. Dari 25 siswa yang mengikuti evaluasi pembelajaran siklus 1, ada 16 siswa atau 64% siswa yang mendapat nilai 70 ke atas atau tuntas belajar. Sedangkan 9 atau 36% siswa lainnya belum mencapai nilai ketuntasan. Pada siklus II mengalami peningkatan hasil belajar yang berpengaruh juga pada naiknya angka ketuntasan belajar siswa. Dari 25 siswa yang mengikuti evaluasi pembelajaran siklus II, ada 23 atau 92% siswa yang mendapat nilai 70 ke atas atau tuntas belajar. Sedangkan 2 atau 8% siswa lainnya belum mencapai nilai ketuntasan. Walaupun prosentase ketuntasannya tidak 100%, akan tetapi pembelajaran sudah dapat berhasil sebab ketuntasannya sudah di atas ketuntasan klasikal yaitu 75%.
Kata Kunci: model pembelajaran inquiry terbimbing, proses belajar.
| PS0895REF | Perpustakaan INSIP Pemalang (SKRIPSI) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain