Text
SKRIPSI - UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN WAJIB ZAKAT MELALUI METODE PROBLEM POSING PADA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI 02 KALIMAS KECAMATAN RANDUDONGKAL KABUPATEN PEMALANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012
ABSTRAK
Nur Hayati, NIM 3100295, "Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemahaman wajib Zakat Melalui Metode Problem Posing pada Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Negeri 02 Kalimas Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2011/2012"
Dalam upaya untuk merealisasikan pelaksanaan Pendidikan Agama Islam guru dituntut untuk menguasai pengetahuan yang memadai dan teknik-teknik mengajar yang baik agar ia mampu menciptakan suasana pengajaran yang efektif dan efisien. Pada waktu pembelajaran berlangsung, guru cenderung monoton menerangkan di depan kelas, sehingga proses belajar mengajar tidak kondusif dan motivasi belajar siswa menjadi berkurang. Pembelajaran tradisional yang cenderung menghafal, dapat mengakibatkan siswa kurang bisa memahami kegunaan dan manfaat dari apa yang telah dipelajarinya. Salah satu solusi dalam meningkatkan motivasi belajar siswa agar siswa dapat termotivasi dalam kegiatan belajar mengajar yakni dengan menerapkan metode pembelajaran problem Posing
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian metode pembelajaran problem posing dalam meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kompetensi dasar menyebutkan ketentuan zakat di Sekolah Dasar Negeri 02 Kalimas. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif berbentuk penelitian tindakan kelas (PTK), Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara observasi dan wawancara. Adapun tahapan penelitian ini berupa siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, dan dilaksanakan dalam dua siklus.
Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan metode pembelajaran problem posing dapat meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran pemahaman wajib zakat pada siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri 02 Kalimas. Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa prestasi mengalami peningkatan. Pada pra siklus hasil evaluasi sangat rendah terbukti dari 23 siswa yang mengikuti evaluasi pembelajaran hanya ada 10 siswa atau 43,48% yang mendapat nilai 70 ke atas atau tuntas belajar.. Sedangkan 13 siswa atau 56,52% belum mencapai nilai ketuntasan. Pada siklus I mengalami peningkatan hasil belajar yang berpengaruh juga pada naiknya angka ketuntasan belajar siswa. Dari 23 siswa yang mengikuti evaluasi pembelajaran siklus 1, ada 18 siswa atau 78,26% siswa yang mendapat nilai 70 ke atas atau tuntas belajar. Sedangkan 5 atau 21,74% siswa lainnya belum mencapai nilai ketuntasan. Pada siklus II mengalami peningkatan hasil belajar yang berpengaruh juga pada naiknya angka ketuntasan belajar siswa. Dari 23 siswa yang mengikuti evaluasi pembelajaran siklus II, ada 23 atau 100% siswa yang mendapat nilai 70 ke atas atau tuntas belajar.
Kata Kunci: metode pembelajaran problem posing, proses belajar.
| PS0916REF | Perpustakaan INSIP Pemalang (SKRIPSI) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain