Text
SKRIPSI - UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN BACA AL-QUR'AN SURAT AL FIIL MELALUI METODE JIGSAW SISWA KELAS V SEMESTER 2 SDN 1 KELANGDEPOK KEC. BODEH KAB. PEMALANG TAHUN 2011/2012
ABSTRAK
SUGIRI 2012 Upaya peningkatan Pemahaman Baca Al Qur'an Surat Al Fi Melalui Metode jigsaw Siswa Kelas V Semester 2 SDN 1 Kelangdepok Bodch Pemalang Tahun 2011/2012 Skripsi SI Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT Pemalang
Pendidikan Agama Islam materi Baca Al Qur'an Surat Al Fiil merupakan salah satu mata pelajaran dalam KTSP SD yang harus diajaarkan kepada peserta didik. Berdasarkan pengamatan di SDN 1 Kelangdepok ditemukan beberapa permasalahan dalam pembelajaran PAI. Pertama, kurang terlibatnya siswa dalam pembelajaran. Kedua, kurang optimalnya nilai rata-rata Ujian Akhir Semester (UAS). Tiga, siswa tidak terbiasa dengan kegiatan diskusi Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran di kelas V SDN 1 Kelangdepok berlangsung satu arah dan masih didominasi oleh guru, sehingga dapat dikatakan pasif Penelitian ini mengangkat permasalahan "Apakah melalui menggunakan model Jigsaw dapat meningkatkan pemahaman tentang baca Al Qu'an Surat Al Fill pada Siswa Kelas V semester 2 SDN 1 Kelangdepok Bodeh Pemalang Tahun Pelajaran 2011/2012 Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang baca Al Qur'an melalui model Jigsaw pada siswa kelas V semester 2 SDN 1 Kelangdepok Bodeh Pemalang.
Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas sebanyak dua siklus. Pengolahan data menggunakan metode kualitatif. Dari pengolahan anlisis data diketahui bahwa dalam pembelajaran Jigsaw siswa tidak lagi pasif menerima dan menghafal informasi yang diberikan oleh guru, tetapi siswa berusaha menemukan konsep-konsep melalui kegiatan diskusi terhadap masalah yang dibahas
Berdasarkan penelitian dibuat kesimpulan sebagai berikut: Model Jigsaw dapat meningkatkan pemahaman siswa. Ini dapat dilihat hasil penilaian pada tindakan siklus 1 nilai terendah yang dicapai siswa sebesar 20, nilai tertinggi sebesar 100, nilai rata-rata kelas sebesar 64 ketuntasan klasikal sebesar 50%. Sedangkan pada tindakan siklus II nilai terendah yang dicapai siswa 40, yang tertinggi 100 rata-rata kelas sebesar 80, ketentuan klasikal sebesar 75%. Peningkatan dari siklus I ke siklus II terjadi karena siswa sudah mulai terbiasa diskusi sehingga berpengaruh terhadap naiknya hasil pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
| PS1198REF | Perpustakaan INSIP Pemalang (SKRIPSI) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain