Text
SKRIPSI - IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG SIFAT-SIFAT TERPUJI PADA SISWA KELAS V SDN 01 MEJAGONG KECAMATAN RANDUDONGKAL KABUPATEN PEMALANG
ABSTRAK
SUWARTI, NIM.: 3080049, 2012 Implementasi Problem Based Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Tentang Sifat-Sifat Terpuji pada siswa Kelas V SD N 01 Mejagong Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2011/2012, STIT Pemalang: Skripsi Pendidikan Agama Islam
Kata kunci: Implementasi Problem Based Learning, Sifat-sifat Terpuji
Pemahaman tentang sifat-sifat terpuji siswa Kelas V SDN 01 Mejagong masih rendah. Hal ini berakibat pada perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari khususnya pada saat mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa belum dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik, siswa masih sering bercanda dengan temannya dan kurang memperhatikan pelajaran yang disampaikan guru, siswa belum berani bertanya tentang materi pelajaran yang belum dipahami, sehingga hasil belajar siswa pun masih rendah. Apakah penerapan Implementasi Problem Based Learning dapat meningkatkan pemahaman tentang Sifat-Sifat terpuji pada siswa Kelas V SD N 01 Mejagong. Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2011/20127
Dengan penerapan implementasi Problem Bassed Learning melalui Penelitian Tindakan Kelas diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang sifat-sifat terpuji, menambah pengetahuan dan wawasan guru tentang Problem Bassed Learning, merubah paradigma sekolah dengan menerapkan pembelajaran yang inovatif Implementasi Problem Based Learning dapat meningkatkan pemahaman siswa Kelas V SDN 01 Mejagong Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2011/2012 dengan indikator siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik, berani bertanya tentang materi pelajaran yang belum dipahami sehingga materi yang diserap pun maksimal.
Peningkatan pemahaman siswa tentang sifat-sifat terpuji berdampak positif pada perilaku siswa pada saat mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada kondisi awal siswa yang tuntas belajar hanya 9 siswa (34,62%) dan yang belum tuntas belajar 17 siswa (65,38%). Pada siklus I ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 16 siswa (61,54%) dan yang belum tuntas 10 siswa (38,46%). Sedangkan pada siklus II ketuntasan belajar siswa mencapai 23 siswa (88,46%) yang belum tuntas tinggal 3 siswa (11,54%)
| PS1248REF | Perpustakaan INSIP Pemalang (SKRIPSI) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain