Text
SKRIPSI - EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN PERMAINAN EDUKATIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERILAKU TERPUJI PADA SISWA KELAS III SDN 1 SRINIHAN KESESI PEKALONGAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012
ABSTRAK
Nur Khasanah/NIM 3100322: Efektifitas Model Pembelajaran Permainan Edukatif Untuk Meningkatkan Pemahaman Perilaku Terpuji Pada Siswa Kelas 3 SDN Srinahan Kesesi Pekalongan Tahun Pelajaran 2011-2012
Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK)) Istilah dalam bahasa inggris adalah classroom action research (CAR) pada proses pembelajaran Penelitian tindakan kelas merupakan suatu bentuk investigasi yang bersifat reflektif, partsipasif, kolaboratif, dan spiral, yang memiliki tujuan untuk melakukan perbaikan sistem, metode kerja, proses, isi, kompetensi, dan situasi. Model penelitian tindakan kelas secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim dilalui, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Dalam penelitian ini mengunakan bentuk guru sebagai peneliti, dimana sangat berperan sekali dalam proses penelitian tindakan kelas Dalam bentuk ini, tujuan utama penelitian kelas ialah untuk meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas. Dalam kegiatan ini, guru terlibat kangsung secara pebuh dalam proses perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Kehadiran pihak lain dalam penelitian ini perananya tidak dominan dan sangat kecil. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada Dari data awal siswa yang tuntas hanya 14 siswa atau 50,00 % sedangkan yang belum tuntas sebanyak 14 siswa atau 50,00%.
Berdasarkan rangkaian hasil tes di atas maka perlu diadakan tindakan perbaikan Proses pembelajaran pada Siklus 1 sudah menggunakan permainan edukatif yang merupakan salah satu teknik dari pembelajaran kooperatif. Meskipun teknik ini baru pertama kali dipakai tetapi ternyata sudah menunjukkan keberhasilan yang cukup memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari tingkat ketuntasan siswa yang sudah mencapai 76,19%. Selain itu keaktifan siswa juga menunjukkan peningkatan dari pada sebelum menggunakan metode ini. Tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran pada Siklus I mencapai 71,42%, sedangkan motivasi siswa mencapai 76,19%. Dengan hasil tersebut guru masih perlu melaksanakan siklus II. Pada Siklus II menunjukkan ada peningkatan yang sangat signifikan apabila dibanding dengan Siklus I. Pada Siklus II tingkat ketuntasan siswa sebesar 100%. Tingkat keaktifan dan motivasi masing masing mencapai 90,47% dan 92,86%
| PS1285REF | Perpustakaan INSIP Pemalang (SKRIPSI) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain